Logo SantriDigital

Nasehat pernikahan

Ceramah
N
Nurul Khotib
5 Mei 2026 3 menit baca 3 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ. أَش...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. {يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا} [النساء: 1] رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Yang terhormat, para alim ulama, para kiai, yang saya hormati Bapak Kepala Desa, Bapak-bapak, Ibu-ibu, seluruh warga masyarakat desa yang insya Allah dimuliakan Allah SWT. Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, pada malam hari ini kita bisa berkumpul di tempat yang penuh barokah ini. Semoga kehadiran kita semua dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah SWT. Bapak, Ibu sekalian, tema kita pada malam hari ini adalah seputar "Nasehat Pernikahan". Ah, pernikahan! Siapa di sini yang belum pernah ngerasain gimana rasanya makan sepiring berdua? Atau siapa yang pas lagi di depan pelaminan, deg-degan kayak mau nyanyi dangdut di acara dangdutan tapi liriknya lupa semua? Hehehe. Pernikahan itu ibarat sayur tanpa garam, hambar kalau tidak ada bumbu. Tapi kalau bumbunya kebanyakan, pedes! Makanya, perlu pas takarannya. Di dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman: {وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ} [الروم: 21] "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." Nah, lihat tuh, Allah saja bilang, pernikahan itu tujuannya agar kita "tenteram" (sakinah), lalu muncul "kasih sayang" (mawaddah) dan "rahmat". Bukan biar bisa rebutan remote TV, Bapak-bapak! Hehehe. Pernikahan ini kan kontrak seumur hidup, Pak, Bu. Ibarat beli motor, harus diperhatikan baik-baik. Jangan sampai nanti di tengah jalan, rem blong, mesin ngadat. Hubungan suami istri itu ibarat pegangan tangan, kalau salah satu kendor, ya jalan berdua bisa jatuh. Makanya, penting banget saling menjaga. Rasulullah SAW bersabda: "اتَّقُوا اللَّهَ فِي النِّسَاءِ فَإِنَّهُنَّ عِنْدَكُمْ عِوَانٌ وَلَا تَقْصِرُوهُنَّ مِنْ نَزِيقِكُمْ وَطَعَامِكُمْ." (رواه الترمذي) Artinya: "Bertakwalah kalian kepada Allah dalam urusan wanita, sesungguhnya mereka adalah pasangan kalian. Janganlah kalian menyakiti mereka dalam urusan nafkah dan makanan kalian." (HR. Tirmidzi) Artinya apa, Pak? Istri itu teman seperjuangan, bukan pembantu. Jangan pas lagi sayang-sayangnya, dipanggil "sayang", tapi pas lagi marah, dipanggil "eh, kamu!". Kan gak enak, Bu? Sama seperti kita di rumah, jangan sampai istri jadi "asisten rumah tangga" yang dibayar pake cinta doang. Paling tidak, ajak diskusi, ajak musyawarah. Kalau ada masalah, jangan langsung nyolot, tapi duduk bareng, ngopi bareng, ngopi bareng itu penting, Bu! Ingat, Pak, Bu, rumah tangga itu pondasi masyarakat. Kalau rumah tangganya kokoh, masyarakatnya juga enak dilihat. Kalau rumah tangganya berantakan, ya akhirnya bingung mau ngapain. Ada suami yang nuntut istri harus seperti bidadari, tapi lupa kalau dirinya sendiri belum jadi malaikat. Hehehe. Jadi, kunci utamanya adalah: sabar, saling menghargai, dan komunikasi. Kalau ada masalah, jangan langsung lapor RT/RW, tapi selesaikan berdua dulu. Ingat, cinta itu bukan cuma soal bunga dan cokelat, tapi soal mau saling melengkapi kekurangan. Suami itu ibarat payung, melindungi. Istri itu ibarat permata, menghiasi. Tapi jangan sampai payungnya malah bocor pas hujan, atau permatanya kusam kayak perhiasan palsu. Mari kita jadikan pernikahan kita ini ladang amal, ladang pahala. Saling mengingatkan dalam kebaikan, saling menasehati dalam kesabaran. Kalau ada salah, jangan sungkan minta maaf. Kalau ada lebih, jangan sungkan berbagi. Bismillah, semoga rumah tangga kita semua menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan kelak dikumpulkan di surga Allah SWT. Aamiin. Kami ucapkan jazakumullah khoir kepada seluruh hadirin yang telah menyimak. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan kata atau khilaf dalam penyampaian. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →